Bupati Malang Puji Prestasi UNIRA Malang: Jadi Magnet Pendidikan Nasional dari 12 Provinsi dan Tegaskan Komitmen Anti-Perundungan
KEPANJEN – Kehadiran Universitas Raden Rahmat (UNIRA) Malang sebagai institusi pendidikan unggulan semakin nyata. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., saat menghadiri acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di kampus UNIRA, Kepanjen, Sabtu (5/9) pagi. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Malang ini merupakan bentuk motivasi dan apresiasi atas pencapaian luar biasa UNIRA yang terus berkembang pesat setiap tahunnya.
Acara ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Rektor Universitas Raden Rahmat beserta jajaran civitas akademika, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, serta Camat dan Forkopimcam Kepanjen.
Dalam sambutannya, Bupati Malang mengungkapkan kekagumannya atas daya tarik UNIRA yang kini telah menjangkau skala nasional. Tercatat sebanyak 9.509 mahasiswa telah mendaftar, dengan sebaran yang mencakup 12 provinsi di Indonesia. Menurut Bupati Malang, pencapaian ini merupakan prestasi tingkat provinsi yang sangat membanggakan dan berkontribusi besar dalam memajukan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang.
"Ini adalah prestasi luar biasa. Dengan semakin banyaknya mahasiswa dari berbagai daerah, UNIRA membantu menyediakan pendidikan terbaik bagi anak-anak Kabupaten Malang agar mereka memiliki kesempatan meningkatkan kualitas diri," ujar Bupati Malang.
Bupati Malang menambahkan bahwa hal ini sejalan dengan arahan Presiden RI, di mana peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci utama bagi kemajuan sebuah negara. Selain memberikan motivasi terkait akademik, Bupati Malang juga memberikan pesan yang sangat tegas mengenai lingkungan kampus yang sehat. Beliau menekankan bahwa tindakan perundungan (bullying) sama sekali tidak boleh terjadi, terutama terhadap mahasiswa baru.
Bupati Malang berpesan agar para mahasiswa memiliki keberanian untuk menegakkan kebenaran sesuai dengan aturan yang berlaku. “Mahasiswa baru harus punya keberanian. Jika melihat atau mengalami ketidakbenaran, perundungan harus berani disuarakan dan segera disampaikan kepada Rektor maupun para pembimbing,” tegasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan seperti UNIRA, Kabupaten Malang optimis dapat mencetak generasi emas yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berintegritas. (prokopim/day)